PIRIFORMIS SYNDROME
Piriformis syndrome adalah kondisi medis yang disebabkan oleh iritasi atau tekanan pada saraf sciatic oleh otot piriformis. Otot piriformis terletak di bawah gluteus maximus dan berfungsi untuk memutar kaki keluar.
Gejala umum piriformis syndrome antara lain:
- Nyeri di bagian belakang paha dan pinggul
- Kesemutan atau mati rasa di kaki
- Kelemahan otot kaki
- Nyeri saat duduk atau berdiri
- Kesulitan berjalan atau berlari
Penyebab piriformis syndrome dapat berupa:
Penyebab
- Cedera atau trauma
- Aktivitas fisik berlebihan
- Postur tubuh buruk
- Peradangan atau infeksi
- Kelainan anatomi
Diagnosis
Untuk mendiagnosis piriformis syndrome, dokter dapat melakukan:
Pemeriksaan fisik
- Tes pencitraan seperti USG, MRI atau CT scan
- Elektromiografi (EMG) untuk memeriksa aktivitas otot
- Tes konduksi saraf untuk memeriksa kecepatan transmisi sinyal saraf
Pengobatan
Pengobatan piriformis syndrome dapat meliputi:
- Terapi fisik untuk memperkuat dan meregangkan otot
- Obat anti-nyeri dan anti-inflamasi
- Injeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
- Terapi Injeksi Intervensi Regenerasi Prolotherapy menggunakan Dextrose.
- Terapi Gelombang Listrik Tercanggih Biowave (Connecticut , USA). Sebagai Neuromodulasi Eksternal , Yang Canggih dan Revolusioner, Menggunakan Sistem Patch Tempel serta Korset Gelombang Listrik dan Tanpa Nyeri yang saat ini sudah FDA Approve.
- Operasi dalam kasus yang parah.
- Perubahan gaya hidup, seperti menghindari aktivitas yang memperburuk gejala dan meningkatkan postur tubuh
Pencegahan
- Olahraga teratur (seperti jalan cepat, lari, bersepeda, atau berenang) untuk menjaga otot, tulang, dan sendi tetap sehat selama 20-30 menit sebanyak 3-5x/minggu
- Pemanasan yang baik sebelum berolahraga dan stretching/latihan peregangan
- Menjaga postur dengan baik, terutama saat duduk, mengemudi, berdiri
- Saat hendak mengangkat benda berat, pastikan tulang belakang dalam posisi lurus dan lutut ditekuk, dekatkan benda ke tubuh dan jangan memutar badan tiba-tiba
- Jika harus duduk lama, luangkan waktu untuk istirahat berubah posisi (berdiri, berjalan) dan melakukan peregangan sederhana.

Gambar 1. Latihan penguatan otot dan rehabilitasi sindroma piriformis (Sumber: Amazing Life Chiropractic)

Gambar 2. Posisi yang benar atau ergonomis saat mengangkat beban
(Sumeber: Occupational Health and Safety Blog)
Referensi:
- Hicks BL, Lam JC, Varacallo M. Piriformis Syndrome [Internet]. PubMed. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020.
- Cholewa J, Niczyporuk J, Onyśk M, Samczuk M, Iwaniuk K, Daniluk A, et al. Piriformis syndrome – anatomical causes. Diagnosis and treatment. Journal of Pre-Clinical and Clinical Research [Internet]. 2024 Jul 17 [cited 2025 Feb 3]; Available from: https://www.jpccr.eu/pdf-189967-114565?filename=Piriformis%20syndrome%20_.pdf
- Adiyatma H, Kurniawan SN. PIRIFORMIS SYNDROME. Journal of Pain, Headache and Vertigo [Internet]. 2022 Mar 3;3(1):23–8.
- Hogan E, Vora D, Sherman JH. A minimally invasive surgical approach for the treatment of piriformis syndrome: a case series. Chinese Neurosurgical Journal. 2020 Mar 30;6(1).
- Jankovic D, Peng P, van Zundert A. Brief review: Piriformis syndrome: etiology, diagnosis, and management. Canadian Journal of Anesthesia/Journal canadien d’anesthésie. 2013 Jul 27;60(10):1003–12.
- Sergey Kochelayev. Amazing Life Chiropractic And Wellness [Internet]. Amazing Life Chiropractic and Wellness. 2021 [cited 2025 Feb 3]. Available from: https://www.amazinglifechiropractic.com/a-guide-to-piriformis-syndrome/

